Thursday

Mikroskop

Mikroskop yang menggunakan cahaya lampu sebagai pengganti cahaya matahari sebagaimana yang digunakan pada mikroskop konvensional dan mikroskop ini mempunyai perbesaran maksimum yaitu 1.000 kali. Mikroskop cahaya juga punya dua sistem lensa, yaitu lensa objektif dan lensa okuler. Ada dua jenis mikroskop cahaya, yaitu mi

krosk

op monokuler dan binokuler. Huruf Nama Fungsi

A Lensa Okuler Untuk memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif.
B Lensa Objektif Untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati. Umumnya ada tiga lensa objektif dengan pembesaran 4x,10x,dan 40x.
C tabung mikroskop Untuk mengatur fokus, dapat dinaikan dan diturunkan.
D Revolver Untuk memilih lensa objektif yang akan digunakan.
E Tombol Pengatur untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan lambat.fokus kasar dan tombol pengatur fokus halus
F Meja preparat Untuk meletakan objek (benda) yang akan diamati.
G Penjepit objek glass Untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar preparat tidak bergeser.H Diafragma Berupa lubang-lubang berukuran kecil hingga selebar lubang pada meja objek. Berfungsi untuk mengatur banyak-sedikitnya cahaya yang akan masuk mikroskop.
I Reflektor/cermin untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya ke dalam mikroskop. Ada dua jenis cermin, yaitu datar an cekung. Bila sumber cahaya lemah, digunakan crmin cekung, tetapi bila sumber cahaya kuat gunakan cermin datar.
J Kaki mikroskop Untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap dia atas meja.
K Lengan mikroskop Untuk pegangan saat membawa mikroskop

Cara Menggunakan Mikroskop
1. Pertama- tama adalah Letakkan mikroskop terlebih dahulu di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada tepat di hadapan pemakai.

2.Putar revolver sehingga lensa objektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi “klik” pada revolver.

3.Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk, hingga dari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat.

Aturlah focus untuk memperjelas gambar objek dengan cara memutar pemutar
kasar, sambil dilihat dari lensa okuler. Untuk mempertajam citra/gambar, putarlah pemutar halus. Apabila bayangan objek sudah ditemukan maka untuk memperbesarnya, gantilah lensa objektif dengan ukuran dari 10X, 40X, atau 100X, dengan cara memutar revolver hingga bunyi “Wife”

Sumber : http://klikbelajar.com/pelajaran-sekolah/pelajaran-biologi/mikroskop/ by dwi

Saccharomyces cerevciae: berfungsi untuk pembuatan roti, tape, dan alcohol

Sumber:
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2150298-definisi-ragi-khamir-protozoa-dan/#ixzz1YW5pZIpx

Ragi atau khamir adalah jamur yang terdiri dari satu sel, dan tidak membentuk hifa. Termasuk golongan jamur Ascomycotina. Reproduksi dengan membentuk tunas (budding)
Contoh dan peranan Ragi/Khamir
1. Saccharomyces cerevciae: berfungsi untuk pembuatan roti, tape, dan alcohol
2. Saccharomyces tuac: berfungsi untuk mengubah air niral legen menjadi tuac.
3. Saccharomyces ellipsoideus: berfungsi untuk peragian buah anggur menjadi anggur minuman.
Protozoa
Protozoa berasal dari kata protos artinya pertama, dan zoon berarti hewan. Protozoa merupakan hewan bersel satu dan sebagai golongan hewan yang tidak bertulang belakang (invertebrate)
1. Sifat-sifat Protozoa
- Merupakan hewan bersel satu (uniselluler) memiliki ukuran 3 - 1000µ, tidak mempunyai dinding sel yang kuat, sehingga bentuk tubuhnya tidak tetap.
- Di dalam sel terdapat nucleus (inti sel), nukleokus (anak inti), vakuola dan mitokondria.
- Cara hidupnya sebagai parasit atau saprofit (heterotrof)
- Reproduksi:
o Vegetative (asexual) dengan membelah diri
o Generatif (sexual) dengan konjugasi bila lingkungan tidak baik, misalnya kurang air, protozoa akan membungkus diri dengan kista.
2. Klasifikasi Protozoa
Protozoa dibedakan menjadi 4 kelas yaitu : rhizopoda (sarcodina), Flagellata (Mastighopora), Ciliata dan Sphorozoa
a. Rhizopoda atau Sarcodina:
- Memiliki struktur tubuh yang terdiri protoplasma yang dibatasi oleh membrane. Hewan ini memiliki cirri khusus alat geraknya berupa kaki semu/kaki palsu (pseudopodia). Habitat Rhizopoda. Air tawar, air laut, dan parasit di dalam tubuh hewan atau manusia.
- Cara berkembang biaknya dengan membelah diri.
- Contoh rhizophoda:
1) Ectoamoeba, Amoeba yang hidup diluar tubuh manusia, misalnya Amoeba proteus yang hidup di tempat-tempat basah dan perairan tawar yang kaya zat organic.
2) Entamoeba, Amoeba yang hidup di dalam tubuh manusia dan bersifat pathogen atau menyebabkan penyakit.
Misalnya:
- Entamoeba dysentriae, Entamoeba histolitica, parasit dalam tubuh usus manusia penyebab penyakit disentri amoeba.
- Entamoeba coli, hidup dalam usus tebal manusia dan hewan, membusukkan sisa-sisa makanan dan membantu pembentukan vitamin K.
- Entamoeba gigivalis, hidup di dalam rongga mulut dan menguraikan sisa-sisa makanan, sehingga merusak gigi dan gusi.
3) Arcella, banyak terdapat di air tawar, kerangka luar terdiri dari kitin.
4) Difflugia, hidup di air tawar, kerangka luar mengandung pasir.
5) Foraminifera, hidup di air laut, kerangka luar dari kapur, fosil-fosil foraminifera berguna sebagai petunjuk dalam pencarian minyak bumi.
Contoh: - globigerina ooze
- globigerina bulloider
6) Radiolaria, hidup di laut, kerangka terbuat dari kersik, kerangka radiolaria berperan sebagai alat penggosok.
b. Flagellata (mastighopora)
o Hewan ini memiliki alat gerak berupa bulu cambuk (flagel: mastig) hidup di air laut, air tawar, dan parasit dalam tubuh manusia maupun hewan. Berkembangbiak dengan membelah diri. Sebagian hewan flagellate juga diketemuakan mempunyai klorofil.
o Contoh flagellate:
1. Eugelena viridis, memiliki khlorofil dan titik mata (stigma) hidup di perairan tercemar dan mengandung bahan organic.
2. Volvox globator, hidup di air tawar, mempunyai khlorofil.
3. Noctiluca miliaris, hidup di laut, dapat mengeluarkan cahaya, menyebabkan laut Nampak bercahaya pada malam hari.
4. Trypanosoma gambiense, penyebab penyakit tidur pada manusia vector (hospest) perantara lalat tse-tse (gloosina palpalis).
5. Trypanosoma cruzi, penyebab anemia, hidup dalam darah manusia.
c. Cilliata (Cilliophora)
o Hewan ini memiliki alat gerak berupa bulu getar (cilia). Habitat di air tawar atau tempat lembab. Mempunyai dua buah inti yaitu inti besar (makronukleus) dan inti kecl (mikro nucleus). Reproduksi secara membelah diri (asexual) dan konjugsi (sexual).
o Contoh :
- Paramaecium caudatum, bentuk seperti sandal, hidup di air tawar yang banyak mengandung zat organic.
- Stentor, bentuk seperti terompet, banyak ditemukan di perairan tercemar.
- Balantidium coli, hidup di usus manusia, sebagai parasit atau penyebab balantidiosis.
- Didinium, sebagai predator Paramaecium di ekosistem perairan air tawar.
- Vorticela, bentuk seperti lonceng di ketemukan di perairan tercemar.
d. Sporozoa
o Sporozoa tidak memiliki alat gerak, hidup sebagai parasit baik pada darah manusia maupun hewan tubuhnya terdiri dari satu sel. Berkembang biak dengan membelah diri berlangsung dalam tubuh manusia/penderita dan dengan persatuan gamet jantan betina (sexual) dalam tubuh nyamuk (vector).
o Contoh hewan sporozoa:
1. Plasmodium falciparum, penyebab penyakit malaria tropika, masa sporulasi (penderita mengalami demam) 1 – 2 x 24 jam.
2. Plasmodium vivax, penyebab penyakit malaria tertian, masa sporulasi 2 x 24 jam.
3. Plasmodium malariae, penyebab penyakit malaria quartana, masa sporulasi 3 x 24 jam.
Parasit
o Parasit merupakan hubungan antar organisme yang berbeda spesies, bila salah satu organisme hidup dan mengambil makanannya dari organisme yang ditumpanginya atau merugikan inangnya.
o Parasit dibedakan menjadi dua yaitu:
§ Ectoparasit, jika parasit hidup menempel pada inangnya dan mengambil zat-zat makanan dari luar tubuh inangnya. Contoh benalu pada tumbuhan;
§ Kutu rambut pada manusia, Gyrodactylus sp. Dan lemea sp. Pada ikan.
o Endoparasit, jika parasit hidup di dalam tubuh inangnya dan mengambil zat-zat makanan dari dalam tubuh inangnya.
Contoh : cacing pita pada daging sapi, Plasmodium pada darah manusia.

Bab 2

Nutrient Agar
Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian mikroorganisme heterotrof. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef, pepton, dan agar. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air, sewage, produk pangan, untuk membawa stok kultur, untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri, dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni.
Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g, pepton 10 g, NaCl 5 g, air desitilat 1.000 ml dan 15 g agar/L. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan.

Potato Dextrose Agar (PDA)
PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. campur dan panaskan serta aduk. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5,6+0,2.

http://dunia-mikro.blogspot.com/2008/08/media-pertumbuhan-mikroorganisme.html by rully

TPA

Sebuah media dasar yang digunakan untuk jenis kultur mikroorganisme banyak. Agar-agar kedelai Tryptic terutama digunakan sebagai media pertumbuhan awal untuk tujuan: penyimpanan mengamati morfologi koloni, mengembangkan kultur murni, mencapai pertumbuhan yang cukup untuk pengujian biokimia lebih lanjut, dan budaya.

Translate