Thursday

Hal Penting di Laboratorium '' Autoklaf ''

Media ,Fungsi Media dan Tipe Media


Pembiakanmikroba dalam laboratorium memerlukan medium yang berisi zat hara sertalingkungan pertumbuhan yang sesuai dengan mikroorganisme. Zat hara digunakanoleh mikroorganisme untuk pertumbuhan, sintesis sel, keperluan energi dalammetabolisme, dan pergerakan. Lazimnya, medium biakan berisi air, sumber energi,zat hara sebagai sumber karbon, nitrogen, sulfur, fosfat, oksigen, hidrogenserta unsur – unsur sekelumit (trace element). Dalam bahan dasar medium dapatpula ditambahkan faktor pertumbuhan berupa asam amino, vitamin atau nukleotida(Waluyo, 2004).


Mediaterbagi menjadi 2 golongan besar (Waluyo, 2004):
1. MediaHidup
Mediahidup pada umumnya dipakai dalam Laboratorium Virologi untuk pembiakan berbagaivirus, sedangkan dalam Laboratorium Bakteriologi hanya beberapa kuman tertentusaja, dan terutama pada hewan percobaan. Contoh media hidup adalah: hewanpercobaan (termasuk manusia), telur berembrio, biakan jaringan, dan sel – selbiakan bakteri tertentu untuk penelitian bakteriofage (bakteri yang terinfeksioleh virus).
2. MediaMati
Mediamati terbagi menjadi beberapa macam, yakni:
a. Mediapadat
Media padat diperoleh dengan cara menambahkan agar –agar. Agar berasal dari ganggang/alga yang berfungsi sebagai bahan pemadat.Alga digunakan karena bahan ini tidak diuraikan oleh mikroorganisme, dan dapatmembeku pada suhu di atas 45°C. Media padat terbagi menjadimedia agar miring,dan agar deep.
b. MediaSetengah Padat
Mediasetengah padat dibuat dengan bahan sama dengan media padat, akan tetapi yangberbeda adalah komposisi agarnya. Media ini digunakan untuk melihat gerak kumansecara mikroskopik.
c. MediaCair
Mediacair sering digunakan untuk mempelajari sifat faali dan genetikamikroorganisme. Harganya cukup mahal karena senyawa organik dan anorganik yangditambahkan harus murni. Contoh media cair: ciran Hanks, Locke, Thyrode, Eagle.
NutrientAgar merupakan suatu medium yang mengandung sumber nitrogen dalam jumlah cukup,yaitu 0,3 % ekstrak daging sapi, 0,5 % peptone tetapi tidak mengandung sumberkarbohidrat, jadi baik untuk pertumbuhan bakteri, namun kapang dan khamir tidakdapat tumbuh dengan baik (Fardiaz,1993).
Carapembuatannya adalah larutkan bahan-bahn tersebut dalam air suling sebanyak 1liter kemudian dipanaskan hingga mendidih dan dituangkan kedalam labu atautabung dan disterilisasikan selama 15 menit pada suhu 1210C, pHakhirnya 7,4 ±0,2 pada suhu 370C. medium kemudian dibuka dandisimpan pada suhu dibawah 80C dan terlindung dari sinar secaralangsung (anonymous,2004).
1. Autoclave adalah :alat yang digunakan untuk sterilisasi media mikrobiologi, peralatan gelaslaboratorium dan dekontaminasi atau membunuh bakteri dengan menggunakan uapbersuhu dan bertekanan tinggi 121 0 C selama kurang lebih 15 menit.
2. MEKANISME KERJAAUTOCLAVE
o Proses Sterilisasi pada Autoclave adalah memanfaatkan panasdan tekanan uap dalam chamber.
o Panas dan tekanan tersebut dihasilkan oleh pemanasan elemen di dalamchamber yang dikondisikan menjadi hampa udara :
o semakin besar setting waktu dan suhu yang digunakan maka semakin besartekanan yang dihasilkan dalam chamber sehingga proses sterilisasi akanlebih cepat selesai.
o Tetapi dalam proses sterilisasi sudah ditentukan besarnya suhu danlamanya waktu sterilisasi, tergantung pada hasil kualifikasi nya dandari setiap bahan / alat yang akan disterilkan.
3. MEKANISME KERJAAUTOCLAVE . cont
o Penurunan tekanan pada autoclave tidak dimaksudkan untuk membunuhmikroorganisme, melainkan meningkatkan suhu dalam autoclave .
o Suhu yang tinggi inilah yang akan membunuh microorganisme. Perhitunganwaktu sterilisasi autoclave dimulai ketika suhu di dalam autoklaf mencapai121 °C.
o Jika objek yang disterilisasi cukup tebal atau banyak, transfer panas padabagian dalam autoclave akan melambat, sehingga terjadi perpanjangan waktupemanasan total untuk memastikan bahwa semua objek bersuhu 121°C untuk waktu10-15 menit.
o Perpanjangan waktu juga dibutuhkan ketika cairan dalam volume besar akan diautoclave karena volume yang besar membutuhkan waktu yang lebih lama untukmencapai suhu sterilisasi.
o Performa autoclave diuji dengan indikator biologi
4. JENIS-JENIS AUTOCLAVEAda tiga jenis autoclave berdasarkan perbedaan pada bagaimana udara dihilangkandari dalam autoclave selama proses sterilisasi.
5. JENIS-JENIS AUTOCLAVE. cont I. Gravity Displacement Autoclave Udara dalam ruang autoclavedipindahkan hanya berdasarkan gravitasi. Prinsipnya adalah memanfaatkankeringanan uap dibandingkan dengan udara, sehingga udara terletak di bawah uap.Cara kerjanya dimulai dengan memasukan uap melalui bagian atas autoclavesehingga udara tertekan ke bawah. Secara perlahan, uap mulai semakin banyaksehingga menekan udara semakin turun dan keluar melalui saluran di bagian bawahautoclave , selanjutnya suhu meningkat dan terjadi sterilisasi. A utoclave inidapat bekerja dengan cakupan suhu antara 121-134 °C dengan waktu 10-30menit.
6. JENIS-JENIS AUTOCLAVE. cont II. Prevacuum atau High Vacuum Autoclave A utoclave ini dilengkapi pompayang mengevakuasi hampir semua udara dari dalam autoclave . Cara kerjanyadimulai dengan pengeluaran udara. Proses ini berlangsung selama 8-10 menit.Ketika keadaan vakum tercipta, uap dimasukkan ke dalam autoclave . Akibatkevakuman udara, uap segera berhubungan dengan seluruh permukaan benda,kemudian terjadi peningkatan suhu sehingga proses sterilisasi berlangsung. Autoclave ini bekerja dengan suhu 132-135 °C dengan waktu 3-4 menit.
7. JENIS-JENIS AUTOCLAVE. cont III. Steam-Flush Pressure-Pulse Autoclave A utoclave ini menggunakanaliran uap dan dorongan tekanan di atas tekanan atmosfer dengan rangkaianberulang. Waktu siklus pada autoclave ini tergantung pada benda yangdisterilisasi.
8. Bagaimana caramengetahui Autoclave yang kita gunakan sudah berfungsi dengan Baik dan Benar
9. UJI PERFORMA /KUALIFIKASI AUTOCLAVE
o KUALIFIKASI pada hakekatnya adalah bagian dari proses validasi
o TUJUAN
o Memastikan, menjaga dan menjamin peralatan atau instrumen telah terpasangdan dapat berfungsi secara benar sesuai kriteria yang diinginkan
o DEFINISI
o Segala kegiatan pembuktian dan pendokumentasian bahwa sebuah sistem danatau alat sudah terpasang dengan benar dan berfungsi secara benar sesuai dengankriteria yang ditetapkan atau keinginan pemakai
10.
o FREKUENSI
o Kualifikasi / Re-kualifikasi dilakukan pada waktu tertentu :
o 1. Yang sudah ditentukan oleh perusahaan pembuat
o 2. Ada perubahan yang signifikan (perbaikan / modifikasi)
o 3. Yang ditetapkan dalam PROTAP masing-masing pengguna
o berdasarkan analisa resiko (1 th atau 2 th sekali)
UJI PERFORMA / KUALIFIKASI AUTOCLAVE .cont
11. UJI PERFORMA / KUALIFIKASIAUTOCLAVE
o Untuk mengetahui sejauh mana performa Autoclave yang kita gunakan, sudahsesuai kebutuhan dan memenuhi persyaratan atau tidaknya harus dilakukanPerforma Qualifikasi (PQ) yang terdiri dari :
o Kalibrasi Temperature Sensor : untuk mengetahui kinerja dari sensor /kemampuan sensing dari sensor
o Heat Distribution test : untuk mengetahui pemerataan distribusi panas keseluruh ruang dalam autoclave
o Heat Penetration Test : untuk mengetahui efektifitas kinerja autoclave padamaterial yang di sterilkan, biasanya menggunakan Bioindikator untuk pembuktiannya
12.
o KALIBRASI TEMPERATURE SENSOR AUTOCLAVE
o TUJUAN
o Untuk memastikan, menjaga dan menjamin kinerja / hasil pengukuran yangbenar dan memadai dari peralatan atau instrumen, dalam hal ini sensor temperature.
o Kalibrasi merupakan salah satu aspek kritis yang wajib diimplementasikanpada instrumen dan atau peralatan yang memiliki alat ukur
UJI PERFORMA / KUALIFIKASI AUTOCLAVE .cont
13.
o DEFINISI
o Kalibrasi adalah suatu kegiatan membandingkan suatu nilai ukur antara alatyang dikalibrasi dengan sebuah standar acuan (kalibrator) atau bahan acuan.
o PARAMETER KALIBRASI
o Sensor Suhu adalah parameter yang dikalibrasi pada autoclave
KALIBRASI AUTOCLAVE .cont UJI PERFORMA / KUALIFIKASI AUTOCLAVE .cont
14.
o KALIBRATOR
o - Dry Well
o - Temperature Kalibrator
o FREKUENSI KALIBRASI
o Kalibrasi yang baik adalah yang dilakukan secara periodik waktu
o tertentu (ditentukan oleh pemakai dan ditetapkan dalam
o PROTAP masing-masing) berdasarkan analisa resiko, pemantauan
o kinerja alat dan waktu khusus (setelah perbaikan / modifikasi)
o karena hingga kini belum ada literatur atau badan yang
o menentukan mengenai satu waktu yang tepat.
KALIBRASI AUTOCLAVE . cont UJI PERFORMA / KUALIFIKASI AUTOCLAVE .cont

15. KUALIFIKASI AUTOCLAVEUJI PERFORMA / KUALIFIKASI AUTOCLAVE .cont II. Heat Distribution Testmenempatkan beberapa sensor suhu kalibrator pada sejumlah titik di dalamautoclave yang telah ditentukan berdasarkan dimensi autoclave , dikondisikandengan suhu dan waktu yang ditentukan dan dipantau menggunakan validator III.Heat Penetration Test Proses sama dengan uji pemerataan tetapi ditambahkanmaterial yang disterilkan dan dibuktikan dengan menggunakan bioindikator.BIOINDIKATOR yang digunakan adalah berbentuk ampul yang berisi : xxxxxxxxxPerubahan yang bisa terlihat sesudah proses sterilisasi

Pipet di Laboratrium


Pipet sudah digunakan sejak abad ke-19 oleh Louis Pasteur (1822-1895) dan kini jenis pipet sudah berkembang luas dengan tingkat akurasi dan presisi yang bermacam-macam pula.

Mengenal Jenis-Jenis Pipet Volumetrik

  • Pipet Serologis. Pipet ini terbuat dari pipa kaca silinder yang lurus dan memiliki skala volume. Ketelitian pipet serologis sesuai dengan skala terkecilnya.
  • Pipet Volumetrik Volume Tetap. Pipet jenis ini hanya memiliki 1 garis tera dengan volume tertentu, berbentuk silinder tetapi bagian tengahnya lebih gendut. Ketelitiannya lebih tinggi dibanding pipet pasteur karena garis tera berada pada bagian atas pipet yang memiliki diameter kecil.
  • Pipet Volumetrik dengan Piston. Pipet jenis ini mulai berkembang pada tahun 1960-an. Awalnya pipet ini memiliki volume yang tetap, namun kemudian berkembang hingga memiliki volume yang dapat diatur pada range tertentu. Pipet jenis ini lebih disukai karena selain volumenya yang dapat diatur, akurasi dan presisi yang tinggi, pemakaiannya pun simpel dan mudah.
Escherichia coli adalah salah satu organisme dipelajari untuk sintesis protein rekombinan. Biasanya, produksi rekombinan protein pada E. coli adalah sangat dibatasi di bawah kondisi pertumbuhan lambat, seperti selama tahap produksi karena persaingan yang ketat antara sel normal fungsi pemeliharaan dan rekombinan produksi protein untuk mesin metabolik terbatas
(
San et al, 1994.). 
Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini dapat ditemukan dalam usus besar manusia. Kebanyakan E. Coli tidak berbahaya, tetapi beberapa, seperti E. Coli tipe O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia. E. Coli yang tidak berbahaya dapat menguntungkan manusia dengan memproduksi vitamin K2, atau dengan mencegah baketi lain di dalam usus. E. coli banyak digunakan dalam teknologi rekayasa genetika. Biasa digunakan sebagaivektor untuk menyisipkan gen-gen tertentu yang diinginkan untuk dikembangkan. E. colidipilih karena pertumbuhannya sangat cepat dan mudah dalam penanganannya. Negara-negara di eropa sekarang sangat mewapadai penyebaran bakteri E.Coli ini, mereka bahkan melarang mengimpor sayuran dari luar

Wednesday

Sekilas tentang teknik Aseptik

Teknikaseptis atau steril adalah suatu sistem cara bekerja (praktek) yang menjagasterilitas ketika menangani pengkulturan mikroorganisme untuk mencegahkontaminasi terhadap kultur mikroorganisme yang diinginkan. Dasar digunakannya teknik aseptik adalah adanya banyakpartikel debu yang mengandung mikroorganisme (bakteri atau spora) yang mungkindapat masuk ke dalam cawan, mulut erlenmeyer, atau mengendap di area kerja.Pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan ini dapat mempengaruhi ataumengganggu hasil dari suatu percobaan. Mikroorganisme dapat juga ”jatuh” daritangan operator, sarung tangan atau jas laboratorium karena pergerakan lenganyang relatif cepat. Penggunaan teknik aseptik meminimalisir material yang digunakanterhadap agen pengontaminasi. Pada kenyataanya teknik aspetis tidak dapatmelindungi secara sempurna dari bahaya kontaminan.Teknik aseptis diantara nya meja kerjasebaiknya jauh dari sesuatu yang dapat menciptakan aliran udara, usap meja kerja dengan antiseptik, meminimalisir pergerakan tangan, dan membakar mulut atau bagian tepi dari suatualat
Media NB atauAgar nutrisi merupakan medium pertumbuhan mikrobiologi umum digunakanuntuk budidaya non-rutin pemilih bakteri. Hal ini berguna karena tetapsolid bahkan pada suhu relatif tinggi. Juga, bakteri tumbuh di agarnutrien tumbuh di permukaan, dan jelas terlihat sebagai kolonikecil. Dalam kaldu nutrisi, bakteri tumbuh dalam cairan, dan dipandangsebagai zat pekat, tidak seperti gumpalan jelas dibedakan. Agar nutrienbiasanya berisi (b / v):
0,5% Peptone
0,3% ekstrak daging sapi / ekstrak ragi
1,5% agar-agar
0,5% NaCl
air suling
pH disesuaikan dengan netral (6,8) pada 25 ° C.
Kaldu nutrisi dibuat identik, kecuali menghilangkan agar-agar.

Serratia marcescens adalahspesies bakteri Gram-negatif, berbentuk batang dalam keluargaEnterobacteriaceae. Sebuah patogen manusia, S. marcescens terlibat dalam infeksi nosokomial,terutama bakteremia terkait kateter, infeksi saluran kemih dan infeksi luka,dan bertanggung jawab atas 1,4% kasus bakteremia nosokomial di Amerika Serikat. Hal ini umumnya ditemukanpada saluran pernafasan dan urin orang dewasa dirawat di rumah sakit dan dalamsistem pencernaan anak.Karena kehadirannya di mana-mana di lingkungan, danpreferensi untuk kondisi basah, S. marcescens umumnya ditemukan tumbuh di kamarmandi (terutama pada nat keramik, sudut kamar mandi, toilet garis air, danbaskom), di mana ia bermanifestasi sebagai perubahan warna merah muda dan Film berlendir makan daribahan yang mengandung fosfor atau zat-zat lemak seperti sabun dan residushampo. Setelah didirikan,pemberantasan lengkap dari organisme seringkali sulit, tetapi dapat dicapaidengan penerapan disinfektan pemutih berbasis. Pembilasandan pengeringan permukaan setelah digunakan juga dapat mencegah pembentukanbakteri dengan menghapus sumber makanan dan membuat lingkungan yang kurangramah.



S. marcescens juga dapat ditemukan di lingkunganseperti kotoran, seharusnya "steril" tempat, dan biofilm gigi subgingiva.Karenaini, dan fakta bahwa S. marcescens menghasilkan pigmen oranye kemerahantripyrrole disebut prodigiosin, S. marcescens dapat menyebabkan noda ekstrinsikdari gigi. Jalur biokimia yang menggambarkan produksi oleh S.marcescens prodigiosin tidak diketahui kecuali untuk dua langkah terakhir. Dalamlangkah ini, suatu monopyrrole (MAD) dan bipyrrole (MBC) menjalani reaksikondensasi dengan cara enzim kondensasi untuk akhirnya membentuk prodigiosin.S. marcescens adalah organisme motil dan dapat tumbuhpada suhu berkisar 5-40 ° C dan pH berkisar antara 5 sampai 9. Hal inidibedakan dari lainnya bakteri Gram-negatif oleh kemampuannya untuk melakukanhidrolisis kasein, yang memungkinkan untuk menghasilkan metaloproteinaseekstraseluler yang diyakini berfungsi dalam sel-ke-ekstraselular matriksinteraksi. S. marcescens juga menunjukkan triptofan dan degradasisitrat.Salah satu produk akhir degradasi triptofan adalah asam piruvat, yangkemudian dimasukkan ke dalam proses metabolisme yang berbeda dari S. marcescens. Sebuahproduk akhir dari degradasi sitrat adalah karbon. Jadi, S.marcescens dapat mengandalkan sitrat sebagai sumber karbon. Dalam mengidentifikasi organisme yang juga dapat melakukan tes metil merah, yangmenentukan apakah mikroorganisme melakukan fermentasi asam campuran.S.marcescens hasil tes negatif. Lain penentuan S. marcescens adalah kemampuan untukmenghasilkan asam laktat melalui metabolisme oksidatif dan fermentasi. Olehkarena itu, dikatakan bahwa S. marcescens adalah laktosa O / F +. S. marcescens dapat menyebabkan infeksi di beberapasitus, termasuk saluran kemih, saluran pernapasan, luka, dan mata, di mana ia dapat menyebabkankonjungtivitis, infeksi saluran keratitis, endophthalmitis, dan air mata . Halini juga langkapenyebab endokarditis dan osteomielitis (terutama pada orangyang menggunakan obat intravena recreationally), pneumonia, dan meningitis.Kebanyakan S. marcescens strain resisten terhadap beberapa antibiotik karenakehadiran R-faktor, yang merupakan tipe dari plasmidyang membawa satu atau lebih gen yang menyandi resistensi, semua dianggapintrinsik resisten terhadap ampisilin, makrolida, dan sefalosporin generasipertama (seperti cephalexin). Dalam Elkhornkarang, S. marcescens adalah penyebab penyakit yang dikenal sebagai penyakitcacar putih. Dalam ulat sutra,kadang-kadang terjadi sebagai patogen sekunder dalam penyakit flacherie virus.

Friday

Cara membudidayakan ayam petelur

Untuk memulai pembudidayaan ayam petelur para peternak harus mempersiapkan kandang untuk anakan. Ventilasi kandang merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan tinggi rendahnya suhu di dalam kandang. Beberapa ventilasi sebaiknya disediakan penutupnya. Pada musim dingin, semua ventilasi yang menghadap pada arah angin masuk terutama yang dekat lantai hendaknya ditutup. Sedangkan pada musim panas, bukalah ventilasi selebar-lebarnya agar udara segar masuk sebanyak-banyaknya. Disamping penyakit stres, ayam yang berada dalam tempat yang terlalu panas karena sistem ventilasi yang buruk, akan menyebabkan ayam tidak mau makan atau minum secara normal. Akibatnya ayam akan cacat dan bagi ayam petelur tidak akan tumbuh dengan baik atau kerdil. Kandang harus aman dari gangguan kucing, tikus, serta binatang pemangsa lainnya. Sebelum anak ayam tiba, Anda harus yakin betul bahwa Anda telah siap menerimanya. Kandang dan semua peralatan telah dibersihkan dan disemprot anti hama. Pekerjaan tersebut sudah harus selesai beberapa hari menjelang anak ayam tiba sehingga kandang benar-benar telah kering pada saat anak ayam tiba.

Biasakan membeli anak ayam yang berkualitas sesuai kebutuhan. Untuk ayam petelur, belilah anak ayam betina yang telah diseleksi kelaminnya (sexed pullet). Untuk jenis rasnya pilihlah Leghorn atau Rhode Island Red atau ayam lainnya yang masuk dalam katagori sebagai ayam petelur yang baik. Sebelum melakukan pemesanan bibit atau secara langsung membeli bibit ayam hendaknya data atau segala keterangan mengenai bibit yang akan dibeli di kumpulkan terlebih dahulu baik melalui peternak yang sudah memelihara bibit tersebut, melalui pembibitnya sendiri, melelui agen yang telah ditunjuk oleh Dinas Peternakan satempat sehingga dapatlah diperoleh segala keterangan mengenai keunggulan dan kelemahan dari bibit tersebut.

Anak ayam memerlukan pakan berkualitas tinggi agar tumbuh dengan prima. Pakan yang mengandung nutrisi seimbang dapat diperoleh dari toko makanan ayam. Berikan pakan “starter” untuk anak ayam selama tiga minggu pertama dan kemudian disambung dengan “grower” sampai berumur 10 minggu. Bagi ayam petelur, berikan pakan “developer” pada umur 10 sampai 20 minggu. Setelah lewat 20 minggu, berikan pakan “laying mash” agar dapat menghasilkan tingkat produksi telur yang tinggi dengan kualitas telur yang baik.

Hindari pemberian pakan tambahan selain pakan seperti yang disebutkan di atas. Menu pakan starter, grower, developer, dan layer diformulasikan dan dirancang sebagai satu-satunya pakan untuk makanan ayam. Apabila makanan tambahan diberikan, ayam cenderung untuk mengurangi mengkonsumsi pakan komplit yang seharusnya dengan adanya makanan tambahan tadi, dan akhirnya mereka tidak menerima jumlah nutrisi yang semestinya. Akibatnya ayam menjadi kekurangan gizi dan tingkat pertumbuhannya atau produksi telurnya akan menurun, dan kemudian mati. Usahakan air minum pada kandang selalu tersedia dan juga bersih.

Selain nutrisi makanan yang di butuhkan oleh ayam petelur, vaksinasi juga perlu untuk menunjang kesehatan ayam petelur. Agar terhindar dari serangan penyakit yang dapat menyebabkan ayam mati. Vaksinasi ini dilakukan berkala dengan aturan tertentu untuk mendapatkan asil yang maksimal.

Kandang untuk ayam yang siap bertelur harus di persiapan dengan kapasitas yang di butuhkan. Apabila menginginkan perluasan hendaknya menunggu sampai ayam petelur afkir telebih dahulu supaya ayam tidak tergangu dan menjadi stress. Kandang baterai dapat menjadi alternatif untuk kandang. Kandang ini dapat menghemat tempat. Di kandang baterai ayam petelur dipelihara secara individu dalam satu kandang. Karena masing-masing hidup terpisah sehingga ayam tidak saling mematuk dan terhindar dari luka. Kalaupun ada ayam terjangkit penyakit menular, penyebarannya ke ayam lain semakin lambat.

Kandang baterai ini sangat potensial untuk ayam petelur karena menghemat tempat dan juga dapat meminimalisir penyebaran penyakit. Selain itu dapat memaksimalkan pakan yang diberikan karena kandang ayam individu.

Thursday

Sahabat itu Apa?

Mungkin kata orang sahabat itu adalah seseorang yang selalu ada saat kamu sedang sedih atau pun duka. Tetapi bisa lebih dari itu karena dia bisa mengerti apa yang dirasakan oleh kita. 'sahabat' sebuah kata yang menandakan bahwa manusia adalah makhluk sosial namun demikian besar arti sebenarnya dari sebuah persahabatan sehingga membuat hidup begitu berarti. Kadang sahabat dapat membuat hari-hari yang kita lalui benar-benar indah dan memiliki banyak cerita, namun kadang juga sahabat membuat kenangan terburuk untuk kita sepanjang hidup.

Tetapi kadang kala juga sahabat bisa berakhir indah atau bisa juga buruk, "camkan itu" 'sok iyeuh' hahaha..

Dan butuh waktu yang lama untuk membangun sebuah persahabatan, tetapi hanya butuh waktu singkat untuk menghancurkannya maka jagalah tali persaudaraan itu.

Mungkin juga sahabat yang berlawan jenis bisa menjadikan tumbuh nya benih - benih cinta sehingga menjadi sepasang kekasih kayak lagu ''Zigaz - Sahabat jadi Cinta''. Ketika hal itu terjadi mungkin banyak kecocokan yang telah dirasakan oleh kedua orang itu. Akan tetapi tak banyak pasangan yang gagal dalam proses percintaan nya sehingga dari cinta menjadi benci. Maka untuk menghidari kejadian itu mungkin kita harus saling memahami dan toleransi kepada pasangan. Adakala nya satu pasangan butuh kesendirian untuk diri nya sediri maka harus mengerti!!! Karna terjalinnya suatu hubungan itu biasa nya di dasari oleh kepercayaan, dan saling memahami.


Hanya Jeritan Hati Menjadi Petani

Pertanian merupakan istilah yang sudah bosan di bahas untuk menanggulangi ketahan pangan nasional maupun internasional. Meski ketahanan pangan di tingkat kan pasti masih kurang karena sifat manusia yang tak kan puas setelah mendapat kan sesuatu dia pengen yang lebih lagi dari apa yang di dapat sebelumnya. Banyak orang yang jago cakap nya tapi mana realita nya dan itu hanya ada di Indonesia. Memang bener juga orang Indonesia pandai – pandai tapi mereka terlalu

pandai sampai tak mau hidup susah di negara kelahiran nya padahal pribahasa mengatakan lebih baik hujan batu di kampung sendiri daripada hujan emas di kampung orang. Mungkin faktor moral lah yang harus di perhatikan di negara ini. Negara yang kuat berawal dari warga negara yang bermoral kuat. Maka hal penerapan moral harus diterapkan di instansi pendidikan itu harus lebih ketat lagi. Mungkin saya ini berbicara ngawur, tapi inilah uneg’’ saya tentang pertanian . coba anda lihat para petani ‘’jangan hanya bicara kami butuh tindakan kata petani’’ mereka berkerja dari subuh sampai tenggelam nya matahari tetapi hasil yang di dapat untuk kebutuhan ekonominya masih di bilang kurang walaupun begitu mereka tetap bersyukur, di banding dengan golongan atas hanya memikirkan bagaimana cara memproduksi lebih banya tanpa memikirkan kondisi di bawah. Ketidaksingkronan itu membuat perbedaan kelas di masyarakat.

Klasfikasi Ilmiah Saat Bio Cendawan

Klasifikasi Ilmiah

Domain : Eukariota Ade Azis Kusnaya

Kerajan : Chlromalveolata A34100097

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a6/Symptom_potato_late_blight.jpg/220px-Symptom_potato_late_blight.jpgFilum : Heterokontophyta 12 September 2011

Kelas : Oomycetes

Ordo : Peronosporales

Famili : Pythiaceae

Genus : Phytophthora

Spesies : P. Ifestans

Phytophthora infestans merupakan oomycete yang menyebabkan penyakit serius yang dikenal sebagai kentang busuk daun atau hawar kentang. (Busuk Awal, Alternaria solani disebabkan oleh, juga sering disebut "kentang busuk"). Busuk daun adalah penyebab utama di Eropa tahun 1840, yang 1845 Irlandia dan kelaparan Highland 1846 kentang. Organisme ini juga dapat menginfeksi tomat dan beberapa anggota lain dari Solanaceae itu.
Biologi. Spora ini oomycete selama-musim dingin pada umbi-umbian yang terinfeksi, terutama mereka yang tersisa di tanah setelah panen tahun sebelumnya, di tumpukan pemilahan, tanah atau tanaman relawan yang terinfeksi dan menyebar dengan cepat di kondisi hangat dan basah. Hal ini dapat memiliki efek dahsyat dengan menghancurkan seluruh tanaman. Spora berkembang pada daun, menyebar melalui tanaman ketika suhu di atas 10 ° C (50 ° F) dan kelembaban lebih dari 75% -80% selama 2 hari atau lebih. Hujan bisa mencuci spora ke tanah di mana mereka menginfeksi umbi muda. Spora juga dapat melakukan perjalanan jarak panjang pada angin. Tahap awal kanker yang mudah terjawab, dan tidak semua tanaman dipengaruhi sekaligus. Gejala termasuk munculnya bercak-bercak gelap pada ujung daun dan batang tanaman.Cetakan putih akan muncul di bawah daun dalam kondisi lembab dan seluruh tanaman dapat dengan cepat runtuh. Umbi terinfeksi mengembangkan patch abu-abu atau gelap yang cokelat kemerahan di bawah kulit, dan cepat busuk ke bubur berbau busuk yang disebabkan oleh infestasi sekunder bakteri busuk lunak. Umbi tampak sehat dapat membusuk kemudian, ketika di toko.

Efek Phytophthora infestans di Irlandia pada 1845-1857 adalah salah satu faktor yang menyebabkan lebih dari satu juta mati kelaparan dan memaksa dua juta untuk beremigrasi dari negara-negara yang terkena dampak. Paling umum direferensikan adalah Kelaparan Besar Irlandia, selama 1840-an. Satu teori menunjukkan bahwa asal Phytophthora infestans dapat ditelusuri ke sebuah lembah di dataran tinggi Meksiko tengah.Teori ini telah ditantang oleh banyak penulis dan karya terbaru menunjukkan asal Andes untuk penyakit ini. Contoh pertama yang tercatat penyakit itu di Amerika Serikat, di Philadelphia dan New York City pada awal 1843. Angin lalu menyebarkan spora, dan pada 1845 ditemukan dari Illinois ke Nova Scotia, dan dari Virginia ke Ontario. Melintasi Samudra Atlantik dengan pengiriman bibit kentang bagi petani Belgia pada tahun 1845. Gunakan sebagai senjata biologis Perancis, Kanada, Amerika Serikat dan Uni Soviet diteliti P. infestans sebagai senjata biologi pada 1940-an dan 50-an. Hawar kentang adalah salah satu dari lebih dari 17 agen bahwa Amerika Serikat diteliti sebagai senjata biologis potensial sebelum bangsa ditangguhkan Program senjata biologis.

http://www.pestnet.org/Portals/32/Images/Disease/2850-Synchitrium%20psophocarp/2850a.jpg

Psophocarpi

Infeksi daun dan batang Psophocarpus tetragonolobus oleh Synchytrium psophocarpi hanya terjadi setelah inokulasi suspensi semprotan zoospore motil dan inkubasi selama minimal 12 jam dalam kantong polietilen atau ruang kabut. Masa inkubasi adalah 7 hari dan waktu generasi 22 hari pada suhu 31 o C maks, 24 o C min dan max RH 90%, min 70%. Young, 1-2 hari tua daun yang paling rentan; tidak ada infeksi pada 10 hari-tua dan kerentanan daun tidak meningkat oleh penghapusan lilin daun.

Infeksi tidak terjadi ketika tanaman ditanam dari biji dari terinfeksi, biji polong diinokulasi dengan zoospora atau sporangia dan benih ditaburkan di tanah yang mengandung sisa-sisa daun yang terinfeksi. Spora istirahat tidak ditemukan dalam jaringan yang terinfeksi selama 12 minggu disimpan atau di sisa-sisa tanaman. S. psophocarpi tidak menginfeksi Arachis hypogaea, Glycine max, Phaseolus aureus, P. coccineus, P. vulgaris, Pisum sativum, Psophocarpus scandens, Vicia faba, Vigna sesquipedalis dan V. unguiculata. S. minutum tidak menginfeksi kecipir.

Inokulasi menegaskan kerentanan garis kecipir UPS 62, 122 UPS, UPS 126 dan perlawanan dari dua baris kacang bersayap Thailand 1602 / 1 dan 1611 / 2.

Mikroskop

Mikroskop yang menggunakan cahaya lampu sebagai pengganti cahaya matahari sebagaimana yang digunakan pada mikroskop konvensional dan mikroskop ini mempunyai perbesaran maksimum yaitu 1.000 kali. Mikroskop cahaya juga punya dua sistem lensa, yaitu lensa objektif dan lensa okuler. Ada dua jenis mikroskop cahaya, yaitu mi

krosk

op monokuler dan binokuler. Huruf Nama Fungsi

A Lensa Okuler Untuk memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif.
B Lensa Objektif Untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati. Umumnya ada tiga lensa objektif dengan pembesaran 4x,10x,dan 40x.
C tabung mikroskop Untuk mengatur fokus, dapat dinaikan dan diturunkan.
D Revolver Untuk memilih lensa objektif yang akan digunakan.
E Tombol Pengatur untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan lambat.fokus kasar dan tombol pengatur fokus halus
F Meja preparat Untuk meletakan objek (benda) yang akan diamati.
G Penjepit objek glass Untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar preparat tidak bergeser.H Diafragma Berupa lubang-lubang berukuran kecil hingga selebar lubang pada meja objek. Berfungsi untuk mengatur banyak-sedikitnya cahaya yang akan masuk mikroskop.
I Reflektor/cermin untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya ke dalam mikroskop. Ada dua jenis cermin, yaitu datar an cekung. Bila sumber cahaya lemah, digunakan crmin cekung, tetapi bila sumber cahaya kuat gunakan cermin datar.
J Kaki mikroskop Untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap dia atas meja.
K Lengan mikroskop Untuk pegangan saat membawa mikroskop

Cara Menggunakan Mikroskop
1. Pertama- tama adalah Letakkan mikroskop terlebih dahulu di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada tepat di hadapan pemakai.

2.Putar revolver sehingga lensa objektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi “klik” pada revolver.

3.Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk, hingga dari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat.

Aturlah focus untuk memperjelas gambar objek dengan cara memutar pemutar
kasar, sambil dilihat dari lensa okuler. Untuk mempertajam citra/gambar, putarlah pemutar halus. Apabila bayangan objek sudah ditemukan maka untuk memperbesarnya, gantilah lensa objektif dengan ukuran dari 10X, 40X, atau 100X, dengan cara memutar revolver hingga bunyi “Wife”

Sumber : http://klikbelajar.com/pelajaran-sekolah/pelajaran-biologi/mikroskop/ by dwi

Saccharomyces cerevciae: berfungsi untuk pembuatan roti, tape, dan alcohol

Sumber:
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2150298-definisi-ragi-khamir-protozoa-dan/#ixzz1YW5pZIpx

Ragi atau khamir adalah jamur yang terdiri dari satu sel, dan tidak membentuk hifa. Termasuk golongan jamur Ascomycotina. Reproduksi dengan membentuk tunas (budding)
Contoh dan peranan Ragi/Khamir
1. Saccharomyces cerevciae: berfungsi untuk pembuatan roti, tape, dan alcohol
2. Saccharomyces tuac: berfungsi untuk mengubah air niral legen menjadi tuac.
3. Saccharomyces ellipsoideus: berfungsi untuk peragian buah anggur menjadi anggur minuman.
Protozoa
Protozoa berasal dari kata protos artinya pertama, dan zoon berarti hewan. Protozoa merupakan hewan bersel satu dan sebagai golongan hewan yang tidak bertulang belakang (invertebrate)
1. Sifat-sifat Protozoa
- Merupakan hewan bersel satu (uniselluler) memiliki ukuran 3 - 1000µ, tidak mempunyai dinding sel yang kuat, sehingga bentuk tubuhnya tidak tetap.
- Di dalam sel terdapat nucleus (inti sel), nukleokus (anak inti), vakuola dan mitokondria.
- Cara hidupnya sebagai parasit atau saprofit (heterotrof)
- Reproduksi:
o Vegetative (asexual) dengan membelah diri
o Generatif (sexual) dengan konjugasi bila lingkungan tidak baik, misalnya kurang air, protozoa akan membungkus diri dengan kista.
2. Klasifikasi Protozoa
Protozoa dibedakan menjadi 4 kelas yaitu : rhizopoda (sarcodina), Flagellata (Mastighopora), Ciliata dan Sphorozoa
a. Rhizopoda atau Sarcodina:
- Memiliki struktur tubuh yang terdiri protoplasma yang dibatasi oleh membrane. Hewan ini memiliki cirri khusus alat geraknya berupa kaki semu/kaki palsu (pseudopodia). Habitat Rhizopoda. Air tawar, air laut, dan parasit di dalam tubuh hewan atau manusia.
- Cara berkembang biaknya dengan membelah diri.
- Contoh rhizophoda:
1) Ectoamoeba, Amoeba yang hidup diluar tubuh manusia, misalnya Amoeba proteus yang hidup di tempat-tempat basah dan perairan tawar yang kaya zat organic.
2) Entamoeba, Amoeba yang hidup di dalam tubuh manusia dan bersifat pathogen atau menyebabkan penyakit.
Misalnya:
- Entamoeba dysentriae, Entamoeba histolitica, parasit dalam tubuh usus manusia penyebab penyakit disentri amoeba.
- Entamoeba coli, hidup dalam usus tebal manusia dan hewan, membusukkan sisa-sisa makanan dan membantu pembentukan vitamin K.
- Entamoeba gigivalis, hidup di dalam rongga mulut dan menguraikan sisa-sisa makanan, sehingga merusak gigi dan gusi.
3) Arcella, banyak terdapat di air tawar, kerangka luar terdiri dari kitin.
4) Difflugia, hidup di air tawar, kerangka luar mengandung pasir.
5) Foraminifera, hidup di air laut, kerangka luar dari kapur, fosil-fosil foraminifera berguna sebagai petunjuk dalam pencarian minyak bumi.
Contoh: - globigerina ooze
- globigerina bulloider
6) Radiolaria, hidup di laut, kerangka terbuat dari kersik, kerangka radiolaria berperan sebagai alat penggosok.
b. Flagellata (mastighopora)
o Hewan ini memiliki alat gerak berupa bulu cambuk (flagel: mastig) hidup di air laut, air tawar, dan parasit dalam tubuh manusia maupun hewan. Berkembangbiak dengan membelah diri. Sebagian hewan flagellate juga diketemuakan mempunyai klorofil.
o Contoh flagellate:
1. Eugelena viridis, memiliki khlorofil dan titik mata (stigma) hidup di perairan tercemar dan mengandung bahan organic.
2. Volvox globator, hidup di air tawar, mempunyai khlorofil.
3. Noctiluca miliaris, hidup di laut, dapat mengeluarkan cahaya, menyebabkan laut Nampak bercahaya pada malam hari.
4. Trypanosoma gambiense, penyebab penyakit tidur pada manusia vector (hospest) perantara lalat tse-tse (gloosina palpalis).
5. Trypanosoma cruzi, penyebab anemia, hidup dalam darah manusia.
c. Cilliata (Cilliophora)
o Hewan ini memiliki alat gerak berupa bulu getar (cilia). Habitat di air tawar atau tempat lembab. Mempunyai dua buah inti yaitu inti besar (makronukleus) dan inti kecl (mikro nucleus). Reproduksi secara membelah diri (asexual) dan konjugsi (sexual).
o Contoh :
- Paramaecium caudatum, bentuk seperti sandal, hidup di air tawar yang banyak mengandung zat organic.
- Stentor, bentuk seperti terompet, banyak ditemukan di perairan tercemar.
- Balantidium coli, hidup di usus manusia, sebagai parasit atau penyebab balantidiosis.
- Didinium, sebagai predator Paramaecium di ekosistem perairan air tawar.
- Vorticela, bentuk seperti lonceng di ketemukan di perairan tercemar.
d. Sporozoa
o Sporozoa tidak memiliki alat gerak, hidup sebagai parasit baik pada darah manusia maupun hewan tubuhnya terdiri dari satu sel. Berkembang biak dengan membelah diri berlangsung dalam tubuh manusia/penderita dan dengan persatuan gamet jantan betina (sexual) dalam tubuh nyamuk (vector).
o Contoh hewan sporozoa:
1. Plasmodium falciparum, penyebab penyakit malaria tropika, masa sporulasi (penderita mengalami demam) 1 – 2 x 24 jam.
2. Plasmodium vivax, penyebab penyakit malaria tertian, masa sporulasi 2 x 24 jam.
3. Plasmodium malariae, penyebab penyakit malaria quartana, masa sporulasi 3 x 24 jam.
Parasit
o Parasit merupakan hubungan antar organisme yang berbeda spesies, bila salah satu organisme hidup dan mengambil makanannya dari organisme yang ditumpanginya atau merugikan inangnya.
o Parasit dibedakan menjadi dua yaitu:
§ Ectoparasit, jika parasit hidup menempel pada inangnya dan mengambil zat-zat makanan dari luar tubuh inangnya. Contoh benalu pada tumbuhan;
§ Kutu rambut pada manusia, Gyrodactylus sp. Dan lemea sp. Pada ikan.
o Endoparasit, jika parasit hidup di dalam tubuh inangnya dan mengambil zat-zat makanan dari dalam tubuh inangnya.
Contoh : cacing pita pada daging sapi, Plasmodium pada darah manusia.

Bab 2

Nutrient Agar
Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian mikroorganisme heterotrof. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef, pepton, dan agar. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air, sewage, produk pangan, untuk membawa stok kultur, untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri, dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni.
Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g, pepton 10 g, NaCl 5 g, air desitilat 1.000 ml dan 15 g agar/L. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan.

Potato Dextrose Agar (PDA)
PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. campur dan panaskan serta aduk. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5,6+0,2.

http://dunia-mikro.blogspot.com/2008/08/media-pertumbuhan-mikroorganisme.html by rully

TPA

Sebuah media dasar yang digunakan untuk jenis kultur mikroorganisme banyak. Agar-agar kedelai Tryptic terutama digunakan sebagai media pertumbuhan awal untuk tujuan: penyimpanan mengamati morfologi koloni, mengembangkan kultur murni, mencapai pertumbuhan yang cukup untuk pengujian biokimia lebih lanjut, dan budaya.

Translate